Blog GrowMate

Memahami pH dan Nutrisi AB Mix dengan Benar

22 jam yang lalu · admin@growmate.bond
Memahami pH dan Nutrisi AB Mix dengan Benar

Jika hidroponik memiliki dua angka keramat, itulah pH dan TDS. Keduanya murah diukur tetapi menentukan segalanya. Tanaman yang kerdil padahal nutrisinya mahal, daun menguning padahal airnya jernih, akar cokelat padahal sistemnya baru, hampir selalu bermuara pada dua angka yang tidak pernah diperiksa ini. Memahaminya adalah pembeda antara pemula yang panen dan pemula yang menyerah.

Apa Arti pH bagi Tanaman

pH mengukur keasaman larutan dari nol sampai empat belas. Akar hanya mampu menyerap unsur hara pada rentang sempit, umumnya 5,5 sampai 6,5 untuk sebagian besar sayuran. Di luar rentang itu, unsur seperti zat besi dan fosfor terkunci dan tidak bisa diserap meski kadarnya melimpah di air. Inilah paradoks klasik: tanaman kelaparan di tengah kelimpahan, semata karena pH-nya salah. Gejalanya khas, daun muda menguning sementara tulang daun tetap hijau.

Membaca Angka TDS dengan Bijak

TDS mengukur total padatan terlarut dalam satuan ppm, dan menjadi proksi kasar kepekatan nutrisi. Setiap tanaman punya rentang nyamannya: selada muda sekitar 400 sampai 600 ppm, tanaman dewasa 800 sampai 1.200 ppm, tanaman buah bisa hingga 1.500 ppm. Aturannya selalu mulai dari rendah lalu naikkan bertahap. Kelebihan dosis jauh lebih berbahaya daripada kekurangan, karena garam berlebih membakar akar dan tidak bisa dibatalkan. Jika ragu, encerkan. Tanaman yang sedikit lapar masih bisa dipupuk besok, tanaman yang keracunan sulit diselamatkan.

Cara Mengoreksi yang Aman

Turunkan pH dengan pH Down atau asam fosfat encer, naikkan dengan pH Up atau kalium hidroksida. Lakukan sedikit demi sedikit sambil diaduk dan diukur ulang. Jangan pernah menuang korektor pekat langsung ke dekat akar. Perubahan drastis lebih berbahaya daripada nilai yang sedikit melenceng. Catat setiap pengukuran dan koreksi dalam buku kecil. Setelah beberapa siklus, Anda akan hafal kebiasaan air di tempat sendiri: seberapa cepat pH naik, kapan TDS turun drastis, dan kapan saatnya mengganti larutan total.

Rutinitas yang Menyelamatkan

Ukur pH dan TDS dua hari sekali, ganti larutan total setiap satu sampai dua minggu, dan bersihkan tandon saat penggantian. Rutinitas lima menit ini mencegah sembilan puluh persen masalah hidroponik. Alat ukur yang dikalibrasi berkala dan catatan yang rajin adalah investasi terkecil dengan hasil terbesar dalam berkebun hidroponik.